KLHK Gelar Fokus Grup Diskusi Cianjur Bahas Pengelolaan Sub Das Citarum

CIANJUR – Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) menggelar Fokus Group Discussion melibatkan sejumlah komunitas pegiat lingkungan hidup di Kabupaten Cianjur, Kamis (3/10). FGD digelar di Pinggir Sungai Ciraden/Cibalu Green Dauwan Cianjur mengangkat topik Pengelolaan Sub DAS Citarum Berbasis Kelompok Masyarakat.

Kabag Program dan Evaluasi Dirjen PPKL, Tulus Laksono menyampaikan urgensi digelarnya FGD didasari pentingnya partisifasi masyarakat dalam pengelolaan Sub DAS Citarum. Menurut dia, di daerah Cianjur dan Cigundul sejauh ini, peranan masyarakat dalam pengelolaan sungai belum terjadi secara masif. “Karena itu melalui diskusi ini kita harapkan ada komunitas yabg menyatakan bertanggungjawab atas masalah ini,” ujarnya.

Dengan demikian, lanjutnya, nanti akan dirumuskan dan disusun program yang efektif untuk masalah tersebut. Tulus mengingatkan tanggung jawab terhadap sungai merupakan tanggungjawab bersama. “Dan justru peran masyarakat dalam hal ini sangat berpengaruh, contohnya di Depok, Komunitas disana sampai membuat denda bagi warga yang kedapatan membuang sampah ke sungai,” katanya.

Aktifis Citarum Harum, Lutfi Ardian mengatakan peran nyata masyakat dalam menjaga kelestarian sungai minimal dengan tidak membuang sampah sembarangan. Hal tersebut harusnya sudah menjadi budaya dan diajarkan kepada anak-anak sejak usia dini.
Menurut Lutfi, persoalan sungai tidak jauh dari penggundulan daerah aliran sungai, sedimentasi dan pencemaran sampah. “Dan di Cianjur ini pencemaran terjadi dari limbah rumah tangga,” katanya.

Camat Cianjur, Yudi Suhartoyo merespon positif diadakannya FGD. Menurut dia, sejauh ini masyarakat sudah turut berperan dalamenjaga lingkungan. Hanya saja, jumlahnya masih bagian kecil dari masyarakat keseluruhan. “Sementara yang sebagian besarnya masih belum perduli,” katanya.

Untuk itu, dia berharap support dari KLHK menambah spirit masyarakat untuk perduli terhadap lingkungan hidup.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *