Kementerian Agama Mencegah Korupsi dan Moderasi Beragama

Kementerian Agama di bawah kepemimpinan Fachrul Razi ditantang untuk lebih meningkatkan pengawasan kebijakan dan pencegahan korupsi.

Untuk itu, Menteri Agama Kabinet Indonesia Maju Jenderal (Purn) Fachrul Razi menyatakan ada tiga prioritas aksi dalam pencegahan korupsi di Kementerian Agama.

Hal itu disampaikan Menag dalam rapat koordinasi bersama jajaran pimpinan Kementerian Agama se-Indonesia. Jajaran pimpinan yang hadir dalam rapat koordinasi terdiri atas para Kakanwil Kemenag, Rektor Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri binaan Kemenag, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT), dan Balitbang.

“Tiga prioritas aksi tentang korupsi itu adalah, pertama tutup semua pintu peluang untuk terjadinya korupsi. Kedua, buka kehadiran whistle blower, dan ketiga tindak tegas (pelanggar), administrasi maupun hukum,” tegas Menag Fachrul Razi disambut aplaus jajaran pejabat Kemenag.

Menurut Menag, Kementerian Agama sering dibaratkan sebagai orang yang mengenakan baju putih. Sedikit saja kena noda dan kotoran akan jelas terlihat bekasnya. “Saya tidak perlu menjelaskan lagi maksud ilustrasi di atas. Sayang kalau kita tidak bisa berbuat banyak untuk Kementerian Agama, justru malah membuat nama Kementerian Agama menjadi jelek,” kata Menag.

“Dalam kesempatan ini, saya mengajak kita sekalian untuk sering-sering melakukan introspeksi terhadap tugas dan fungsi yang dijalankan. Wajah Kementerian Agama pada hakekatnya adalah wajah umat beragama di Tanah Air,” tandas Menag.

Kementerian Agama hari ini menggelar Rapat Koordinasi Menteri Agama bersama jajaran pimpinan Kementerian Agama se Indonesia. Rapat ini digelar satu pekan usai Menteri Agama Kabinet Indonesia Maju, Jenderal (Purn) Fachrul Razi dilantik Presiden Joko Widodo di Istana Negara.

Ajang silaturahmi dibalut rapat koordinasi yang dihadiri segenap jajaran pimpinan Kemenag ini berlangsung di Auditorium HM Rasjidi, Kantor Kementerian Agama di Jakarta Pusat, Selasa (29/10/2019).

Dalam laporannya di hadapan Menag dan jajaran pimpinan Kemenag, Sekjen menyatakan Kementerian Agama siap mempertahankan opni Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI yang sudah diraih selama tiga tahun berturut-turut. “Pada tahun 2019 ini, kami bertekad untuk kembali meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian dari BPK RI,” kata Sekjen M Nur Kholis Setiawan optimistis.

Menurut Sekjen Kemenag, pokok-pokok pikiran yang disampaikan Menag Jenderal (Purn) Fachrul Razi dalam rapat koordinasi sangat signifikan dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) dari segenap keluarga besar Kementerian Agama.

Sekjen menambahkan, rapat koordinasi ini tidak sekadar taaruf melainkan juga sangat penting dalam akselarasi anggaran Kementerian Agama. Sebab sekitar 87 persen anggaran Kemenag yang lebih dari Rp60 triliun pada tahun 2019 itu berada di daerah. “Sisanya sebanyak 13 persen ada di Kesekjenan dan unit eselon I Kemenag seperti Ditjen Bimas Islam, Kristen, Katolik, Buddha, Hindu, Balitbang, dan BPJPH,” kata Sekjen.

Moderasi Beragama

Ketika melakukan serah terima jabatan Menteri Agama dari Lukman Hakim Saifuddin, Fachrul Razi akan menegaskan moderasi beragama ke depan diharapkan menjadi pijakan program-program Kementerian Agama. Terlebih lagi moderasi beragama telah masuk ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

Menag Fachrul juga akan terus menggalang kerukunan antarumat beragama, meningkatkan kualitas guru madrasah dan menyempurnakan muatan kurikulum pendidikan agama Islam.

Presiden Joko Widodo meminta Fachrul Razi untuk mengurusi berbagai urusan keagamaan di Kabinet Indonesia Maju 2019-2024. Selama ini, Kemenag menangani berbagai layanan bagi masyarakat. Mulai dari pendidikan Islam, bimbingan masyarakat pelbagai agama, haji dan umrah, kerukunan umat beragama hingga jaminan produk halal.

Menag Fachrul Razi pun bertekad untuk dapat memberikan pelayanan yang terbaik bagi umat beragama di Indonesia. “Saya punya tekad yang sama. Islam pasti cinta kedamaian. Agama pasti membawa rahmat bagi semesta alam,” ujar Menag yang pernah menjabat Wakil Panglima ABRI 1999-2000.(agm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *