Dewas LPP TVRI Arief Hidayat Thamrin menjelaskan Gerakan Bagimu Negeri

KlikJakarta – Ketua Dewan Pengawas (Dewas) LPP TVRI Arief Hidayat Thamrin menjelaskan Gerakan Bagimu Negeri mempunyai Logo yang mencerminkan warna keragaman, yang dinamis gaya milenial. Disertai simbol kepulauan Indonesia sebagai cermin kesatuan. Konsep komunikasi gerakan ini mengusung semangat adanya National Call, Ibu pertiwi memanggil, ajakan partisipasi.

Ketua Dewas LPP TVRI berharap publik peduli dan memberikan bakti berupa aksi nyata bagimu negeri. Tema komunikasi gerakan ini antara lain membawa semangat nasionalisme, positivisme, optimisme yang diserta aksi nyata berupa prestasi, kreatifitas, inovasi, apresiasi yang memberi inspirasi dan memotivasi ketahanan nasional.

“Dalam aplikasinya, pendekatan komunikasi bersifat tidak eksplisit dan doktrin. Sifatnya implisit dan inspiratif dengan pendekatan kekinian yang memotivasi dan mengundang partisipiasi aktif publik untuk implementasi ideologi pancasila dan ikut menjaga ketahanan nasional,” jelas Arief saat konfrensi pers terkait Gerakan Bagimu Negeri, di Ruang Serba Guna Kemkominfo, Jakarta, Senin (7/10/2019).

Selanjutnya, Ketua Dewas LPP TVRI menjelaskan, implementasi dari gerakan ini bersifat inklusif. Logo dan tagar serta bentuk komunikasi dan aktifitas dapat beradaptasi dengan berbagai kreatifitas. Sehingga dapat disesuaikan dengan berbagai tema hari besar nasional dan kebijakan lembaga sepanjang sesuai tujuan diatas.

“Sesuai konsep penta helix, gerakan ini akan dimotori unsur ABGCM yaitu unsur Media, Community (Komunitas), Government (pemerintah pusat dan daerah), unsur pelaku bisnis swasta, BUMN, BUMD dan akademisi. Inisiatif awal, akan diambil Lembaga Penyiaran Publik LPP RRI dan TVRI. Kedua lembaga ini akan aktif melakukan berbagai aktifitas pemberitaan, iklan layanan masyarakat, talkshow, program edukasi dan hiburan yang mengacu pada tujuan gerakan,” papar Arief.

Sementara, Bandep Infolahtah Desisnas Dewan Ketahanan Nasional (Wantanas) Budi Pramono menegaskan semua elemen media, swasta, semua elemen pemerintah pusat dan daerah, organisasi masyarakat dapat berkontribusi aktif dalam kegiatan ini.

“Bentuknya dapat bervariasi, misalnya saat hari besar nasional seperti momentum Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2019. Dapat dilakukan berbagai variasi aktifitas, seperti upacara bendera, menyanyikan lagu nasional, baca puisi, mengheningkan cipta sejenak, melakukan flash mob dan variasi lainnya. Aneka kegiatan ini diharapkan dapat membangkitkan kembali semangat implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan masyarakat,” ulas Budi.

Gerakan Bagimu Negeri, lanjut Bandep Infolahtah Desisnas Dewan Ketahanan Nasional (Wantanas) Budi Pramono, ingin menyadarkan semua elemen akan pentingnya menjaga nilai-nilai Pancasila dan mari berbuat sesuatu untuk ketahanan nasional NKRI. Tugas besar dan mulia ini tidak mungkin hanya menjadi tupoksi lembaga negara dan kementrian terkait.

“Perlu kontribusi semua elemen bangsa agar berbakti bagi negeri. Kalau bukan kita, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi. Demikian imbauan ini untuk kita semua agar peduli dan bangkit menjaga kesatuan dan keutuhan bangsa dan negara elok tercinta NKRI ini,” pungkas Budi. (nbh)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *