Polri Telah Mengidentifikasi Satu Kelompok Penebar Hoaks Kerusuhan di Timika

KlikJakarta – Polri telah mengidentifikasi satu kelompok beranggotakan kurang lebih sebanyak 30-40 orang yang menebarkan sejumlah berita bohong alias hoaks kepada warga maupun pelajar di Kota Timika, Papua. Berita hoaks ini diduga bertujuan untuk memancing kerusuhan massal.

Kapolres Mimika AKBP Agung Marlianto mengatakan dalam beberapa hari terakhir teridentifikasi pihak-pihak yang berupaya menciptakan keresahan di tengah masyarakat melalui penyebaran berita bohong secara sistematis.

“Berdasarkan keterangan saksi yang kami himpun, mereka mengaku pelajar dan mahasiswa. Usianya relatif masih muda,” ungkap Agung Marlianto di Timika, Rabu (25/9/2019).

Agung Marlianto pun mengimbau kepada warga Kota Timika agar selalu waspada terhadap kelompok tersebut dan segera melaporkan kepada pihak Kepolisian jika didatangi kelompok tersebut.

Kapolres menjelaskan, kelompok tersebut menyebarkan isu bahwa aparat keamanan di Timika kini sedang membagi-bagikan makanan yang mengandung racun kepada warga asli Papua.

Selain itu, kelompok tersebut juga nekat menebarkan ancaman kepada sejumlah sekolah yang menampung pelajar asli Papua, seperti Sekolah Berpola Asrama Sentra Pendidikan Mimika yang berlokasi di Kampung Limau Asri, SP5, dan beberapa sekolah di Distrik Kwamki Narama.

Penyebaran isu dan ancaman kepada sekolah-sekolah itu dilakukan secara lisan, terang-terangan, maupun pesan singkat yang dikirim melalui telepon seluler.

Selain itu, kelompok tersebut juga menyebarkan pesan singkat untuk melakukan pembakaran sejumlah bangunan di Kota Timika, baik objek vital dan strategis maupun pusat perekonomian seperti pertokoan, kios, warung, dan lainnya.

“Ada empat isu yang mereka kembangkan, ada soal penyebaran makanan mengandung racun kepada warga Papua, ada yang menyasar adik-adik pelajar di Sekolah Sentra Pendidikan SP5 dan SMPN 9 Kwamki Narama. Ada juga yang mengirim pesan ajakan kepada para pelajar untuk melakukan pembakaran,” jelas Agung Marlianto.

Dalam menghadapi hal yang tidak dikehendaki, kini Polres Mimika menempatkan sejumlah anggotanya di beberapa sekolah, terutama sekolah-sekolah yang menampung mayoritas pelajar asli Papua.

“Dari kemarin kami melakukan penjagaan di semua sekolah untuk menangkal isu tersebut. Personel Binmas juga kami kerahkan ke sekolah-sekolah untuk memberikan penyuluhan kepada para pelajar agar tidak terprovokasi dengan isu-isu dan intimidasi yang dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab,” tandas Agung Marlianto. (kpl)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *