Peningkatan Perlindungan Masyarakat Serta Daya Saing Obat dan Makanan

KlikJakarta – Terkait bagaimana melakukan peningkatan perlindungan masyarakat serta daya saing obat dan makanan, yang paling utama harus dilakukan adalah melakukan pengawasan yang lebih kuat lagi.

Namun, meskipun pengawasan diperkuat, soal izin tetap jangan dipersulit. Untjuk itu, kedepankan pengawasan yang lebih intensif agar tidak merugikan dan mengorbankan masyarakat.

Penegasan tersebut disampaikan Ketua Komisi IX DPR RI Dede Yusuf dalam Diskusi Media Forum Merdeka Barat 9 (Dismed FMB’9) dengan tema “Peningkatan Perlindungan Masyarakat serta Daya Saing Obat dan Makanan” di Ruang Serba Guna Gedung Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Jakarta, Senin (16/9/2019).

“Saat ini, harus juga ada penguatan lembaga pengawas karena semakin terbukanya globalisasi, khususnya perdagangan secara online, tingkat pengawasannya sudah pasti semakin luas,” jelas Dede.

Menurut Ketua Komisi IX DPR RI, ada sebuah kejadian di sebuah desa terpencil, ditanya kepada ibu-ibu apakah ada yang pernah membeli krim pemutih yang berbahaya.

“Banyak yang ngacung dan mayoritas mereka membeli krim pemutih itu di depan sekolahan anaknya. Setelah dicari lagi, SPG yang menjual sudah tidak ada,” ujar Dede.

Ketua Komisi IX DPR menegaskan, penyebaran informasi yang positif juga harus ditingkatkan dengan menggunakan beragam saluran informasi agar masyarakat tereduksi dengan baik, mudah memahami, mana yang baik dan mana yang tidak baik.

“Yang berikutnya harus disikapi adalah produk-produk palsu yang ilegal yang dijual dengan harga murah. Ironisnya, sempat ditemukan sejumlah apotik yang menjual barang-barang palsu dan ilegal tersebut,” ungkap Dede.

Artinya, menurut Ketua Komisi IX DPR, RUU Obat dan Makanan penting untuk ditindaklanjuti. Semua lembaga terkait harus duduk bersama untuk menyikapi persoalan ini. Karena jika tidak disikapi secara maksimal, akan semakin banyak masyarakat yang dirugikan.

“Pemerintah harus memiliki sebuah sikap, bagaimana industri obat dan makanan tidak kolep tapi juga UKM-nya tetap berjalan dengan baik. Ini yang harus kita pikirkan bersama-sama,” pungkas Dede.

Selain Ketua Komisi IX DPR Dede Yusuf, hadir sebagai narasumber dalam Dismed FMB’9 kali ini, Kepala BPOM Penny K Lukito, Staf Ahli Hukum Bidang Kesehatan dr. Kuwat, dan Ketua Umum GAPMMI Adhi S Lukman.

Kegiatan Dismed FMB’9 juga bisa diikuti secara langsung di www.fmb9.go.id, FMB9ID_ (Twitter), FMB9.ID (Instagram), FMB9.ID (Facebook), dan FMB9ID_IKP (Youtube). (nbh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *