LIPI Membantu Memulihkan 15 Danau

KlikJakarta – Perairan darat seperti danau, sungai dan waduk adalah rumah bagi banyak organisme air yang saling berinteraksi. Meskipun perairan darat hanya merupakan bagian kecil dari total air yang ada di bumi, ekosistem ini sangat berpengaruh pada kebutuhan vital kehidupan manusia seperti irigasi, pasokan air untuk akuakultur, pemenuhan air untuk kebutuhan rumah tangga, pembangkit listrik tenaga air, wisata dan habitat satwa liar.

“Mempertahankan keseimbangan antara kebutuhan masyarakat dan upaya untuk mempertahankan fungsi ekosistem merupakan suatu tantangan. Untuk itulah ilmu pengetahuan dan teknologi berperan untuk mengidentifikasi masalah dan menyampaikan solusi menuju kelestarian ekosistem perairan darat,” jelas Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Kebumian LIPI, Zainal Arifin dalam kegiatan International Conference on Tropical Limnology di Bogor, Jawa Barat pada Rabu (28/08/2019) lalu.   Zainal Arifin mengungkapkan, Indonesia memiliki banyak sekali danau yang patut diperhatikan keberlangsungannya. “Danau yang memiliki keanekargaman hayati yang tinggi dengan spesies endemik menjadi salah satu kriteria danau prioritas, di samping kerusakan yang terjadi berdasar Peraturan Menteri Lingkungan Hidup  nomor 28 tahun 2009,” ungkap Zainal.

Setidaknya ada 15 danau yang ditetapkan pemerintah menjadi Danau Prioritas yakni Rawapening di Jawa Tengah, Rawa Danau di Banten, Batur di Bali, Toba di Sumatera Utara, Kerinci di Jambi, Manunjau dan Singkarak di Sumatera Barat, Poso di Sulawesi Tengah, Mahakam-Semayang-Jempang di Kalimantan Timur, Melintang dan Tondano di Sulawesi Utara, Tempe dan Matano di Sulawesi Selatan, Limboto di Gorontalo, Sentarum di Kalimantan Barat, dan Sentani di Papua   Bupati Gorontalo, Nelson Pomalingo menyampaikan apresiasinya terhadap LIPI karena turut serta membangun Gorontalo melalui pelestarian danau Limboto yang masuk dalam 15 danau prioritas. “Kehidupan sehari-hari masyarakat Gorontalo sangat bergantung danau,” ujar Nelson. Menurut Nelson, peran LIPI dalam riset Danau Limboto sangat kami butuhkan karena LIPI selalu berbicara berdasarkan data.   Kepala Pusat Penelitian Limnologi LIPI, Fauzan Ali mengungkapkan, International Conference on Tropical Limnology merupakan forum yang tepat untuk berdialog baik dari segi ilmiah dan kebijakan. “Kami berharap dalam acara ini dapat terbangun komunikasi yang baik dengan berbagai pihak yang peduli dengan sistem perairan darat, dukungan dari pemerintah daerah sebagai pemegang anggaran dan pemilik wilayah sangat dibutuhkan,” jelas Fauzan.(lipi)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *