Komitmen Indonesia Dalam Mengembangkan Inovasi Pelayanan Kesehatan

KlikJakarta – Indonesia menegaskan komitmen untuk selalu meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan melalui pelbagai upaya inovasi. Komitmen tersebut mencakup penyediaan rumah sakit mobile, flying health care, tele-medicine untuk menjangkau daerah yang sulit secara geografis serta pengembangan layanan kesehatan berbasis aplikasi on-line; Program Nusantara Sehat untuk mendorong pemerataan tenaga kesehatan; dan penggunaan national formularium untuk obat dan alat kesehatan dalam rangka mendukung ketersediaan obat di sarana pelayanan kesehatan.

Hal tersebut diutarakan Menteri Kesehatan RI, Nila F. Moeloek dalam Pertemuan Menteri Kesehatan ASEAN-China ke-7 di Siem Riep, Kamboja dengan memaparkan presentasi “Innovation for Enhancing Quality of Health Services” pada Jumat (30/08/2019).

Menkes Nila Moeloek lebih lanjut menyampaikan bahwa saat ini Pemerintah Indonesia terus mengejar target peningkatan kualitas layanan kesehatan. Menkes menyebutkan upaya-upaya yang telah dilakukan antara lain registrasi, sertifikasi, dan akreditasi fasilitas pelayanan kesehatan.

“Hal ini membutuhkan komitmen yang kuat untuk terus berbenah diri meningkatkan kualitas layanan kesehatan,” urai Menkes Nila Moeloek.

Pertemuan Menkes ASEAN-China ke-7 yang dipimpin Menkes Kamboja Mam Bunheng dan Wakil Menkes China Dr Wang Hesheng menegaskan bahwa inovasi merupakan hal vital dalam pelayanan kesehatan. Untuk meningkatkan kualitas dan keamanan pelayanan kesehatan, perlu mengembangkan inovasi layanan kesehatan dimulai dari layanan primer, dengan memanfaatkan teknologi digital yang mutakhir, seperti sistem aplikasi informasi rumah sakit, sistem informasi nasional yang terintegrasi, dan notifikasi kejadian penyakit.

Negara-negara anggota ASEAN dan China menyadari bahwa kebijakan pemerintah perlu segera disesuaikan untuk mengimbangi kemajuan teknologi dalam pelayanan kesehatan, khususnya untuk memastikan kualitas dan keamanan pelayanan kesehatan, kode etik dan praktik klinis, pembiayaan, kerahasiaan, serta akuntabilitas dan transparansi.

Sementara itu, Deputi Sekjen ASEAN untuk Komunitas Sosial Budaya ASEAN (ASCC), Kung Phoak menyampaikan harapannya agar MoU ASEAN China tentang Kesehatan dapat dioptimalkan pelaksanaannya untuk mendorong inovasi kesehatan di ASEAN dan China.

Pertemuan Menkes ASEAN-China ke-7 merupakan bagian dari rangkaian Pertemuan Menkes ASEAN ke-14 yang diselenggarakan di Siem Riep, Kamboja, pada tanggal 26-30 Agustus 2019.(kes)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *