Pejabat Tinggi Kesehatan ASEAN Memuji Peran Aktif Indonesia Dalam Kerja Sama Program “Kerja ASEAN Post-2015 Health Development Agenda

KlikJakarta – Pertemuan Pejabat Tinggi Kesehatan ASEAN (Preparatory Meeting Senior Officials Meeting/PrepSOM) memuji peran aktif Indonesia dalam kerja sama kesehatan di kawasan, khususnya untuk pencapaian Program Kerja ASEAN Post-2015 Health Development Agenda. Salah satu di antaranya adalah memelopori ASEAN Car Free Day yang saat ini telah menyebar hampir di seluruh negara ASEAN. Indonesia masih akan menindaklanjuti hal ini melalui penyelenggaraan lomba ASEAN Aerobic Dance di sela acara Car Free Day di negara masing-masing anggota ASEAN. Perhelatan ini sekaligus memeringati HUT ASEAN.

PrepSOM ini merupakan bagian dari rangkaian Pertemuan Menteri Kesehatan ASEAN ke-14 yang diselenggarakan pada tanggal 28-30 Agustus 2019 di Siem Reap, Kamboja. Pada kesempatan tersebut, anggota delegasi Indonesia memaparkan sejumlah capaian yang dilakukan untuk menguatkan sinergi kerja sama kesehatan di regional Asia Tenggara.

Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Oscar Primadi, dalam paparannya menjelaskan salah satu kegiatan di bawah ASEAN Health Cluster yang dipimpin oleh Indonesia, antara lain penyelenggaraan ASEAN Cities Leadership Forum on G2Z (Getting to Zero) di Nusa Dua, Bali pada tanggal 10-11 Oktober 2019 dengan mengundang 73 Kepala Daerah yang berkomitmen mengikuti project ASEAN Cities Getting to Zeros: Fast-Tracking dalam pencapaian target penurunan kejadian HIV and AIDS.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Indonesia untuk mendukung peningkatan kerja sama kesehatan di ASEAN,” kata Sekjen Kemenkes Oscar Primadi.

Adapun Kepala Biro Kerja Sama Luar Negeri Kemenkes Acep Somantri, turut menerangkan hasil ASEAN Health Ministers Working Luncheon yang diselenggarakan di sela-sela Pertemuan 5th Global Health Security Agenda Ministerial Meeting di Bali pada tanggal 7 November 2018. Hasil Pertemuan ini akan menjadi landasan awal bagi kerja sama ASEAN menghadapi ancaman keamanan kesehatan global.

Selain itu, Direktur Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kemenkes, Cut Putri Arianie, menyampaikan presentasi mengenai Side Event yang diselenggarakan Indonesia pada Pertemuan Menteri Kesehatan ASEAN ke-14 pada tanggal 28 Agustus 2019. Side Event bertujuan untuk membangun kerja sama di ASEAN dalam reformulasi dan produksi makanan dan minuman yang lebih sehat.

Oscar Primadi menambahkan, pertemuan juga menyambut baik kesiapan Indonesia menjadi Ketua Kerja Sama Kesehatan ASEAN 2020-2021 dan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Pertemuan Pejabat Tinggi Kesehatan pada April 2020 di Yogyakarta dan April 2021 di Palembang, serta Pertemuan Menteri Kesehatan ke-15 di Bali pada September 2021.

Pertemuan tersebut sekaligus juga membahas kesiapan dokumen yang akan disepakati Pertemuan Menteri Kesehatan, diantaranya tiga Joint Statement mengenai Kesehatan untuk Semua; Pencegahan dan Pengendalian Penyakit; dan Inovasi Kesehatan. Selain itu, Pertemuan berhasil menyepakati rancangan ASEAN Leaders’ Declaration on ASEAN Vaccine Security and Self-Reliance (ALD-AVSSR) untuk diadopsi pada ASEAN Summit ke-35 pada bulan November di Bangkok dan pembentukan ASEAN Centre for Active Ageing and Innovation (ACAI).(kes)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *