LIPI Siapkan 189 Hektare Untuk Cibinong Science Center

 

Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Laksana Tri Handoko mengatakan, pihaknya akan mengembangkan kawasan Cibinong Science Center – Botanical Garden (CSC-BG) sebagai kawasan penelitian, pendidikan, wisata dan penciptaan perusahaan berbasis inovasi.

Untuk meningkatkan dan memanfaatkan potensi kawasan CSC-BG yang pembangunannya
diinisiasi oleh Presiden Soekarno pada tahun 1960 silam, LIPI terus melengkapi kawasan 189 hektare ini dengan
berbagai fasilitas pendukung seperti jalur lingkar dan rumah susun untuk peneliti. Untuk memperkenalkan
berbagai fasilitas tersebut sekaligus memperingati hari jadinya yang ke-52 tahun, LIPI mengadakan kegiatan
jalan santai di kawasan CSC-BG, Cibinong, Jawa Barat pada Jumat, 23 Agustus 2019.

LIPI bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat telah membangun beberapa sarana dan prasarana bagi sivitas LIPI dan masyarakat sekitar kawasan CSC-BG.
Pada tahun ini telah diselesaikan pembangunan tahap I jalan lingkar CSC-BG sebagai jalan alternatif bagi
mobilitas masyarakat. “Diharapkan dengan rampungnya jalan lingkar menjadikan kawasan lokasi penelitian
di CSC-BG menjadi lebih nyaman dan steril dari lalu lintas warga yang selama ini masih menggunakan
akses jalan utama di CSC-BG,” ujar Kepala LIPI, Laksana Tri Handoko.

Handoko mengatakan, Pemerintah menyiapkan anggaran pembangunan sebesar Rp2 triliun untuk infrastruktur riset. Dana tersebut, sebagian besar akan digunakan untuk membangun sejumlah fasilitas di CSC-BG.
“Fasilitas yang dibangun untuk pengelolan data kekayaan hayati dari spesimen fisik hingga digital, kemudian Lab Genomik dan Bio Engineering, dan lab lingkungan,” katanya

Handoko juga berharap, CSC-BG juga akan dilengkapi dengan Kebun Raya Cibinong seluasa 60 hektare. “Kami harap Kebun Raya Cibinong bisa kita lansir tahun depan dan sudah bisa dibuka untuk umum,” katanya.

Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati, Enny Sudarmonowati menambahkan, LIPI bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Bogor untuk mewujudkan Kebun Raya Cibinong. Menurut Enny, peran pemerintah daerah sangat berpengaruh dalam cepat lambatnya kebun raya dilaunching untuk umum. “Daerah itu beda-beda ada yang 4 tahun ada yang 11 tahun, tergantung juga dengan kepala daerah,” katanya.

Enny mengatakan, daerah yang yang tergolong cepat antara lain, Kabupaten Banua Kalimantan Selatan dan Boyolali Jawa Tengah. “Banua 4 tahun sudah launching, itu karena mereka tidak hanya mengandalkan anggaran pusat dari dari APBD mereka disahkan 18 Miliar, 8 Miliar setiap tahun. mereka membangun jembatan sendiri dan infrastruktur pendukung lainnya sendiri,” katanya.

Enny mengatakan, anggaran untuk membangun sebuah kebun raya memang tidak murah. menurut dia, kalau mau membangun kebun raya yang ideal kurang lebih butuh anggaran sekitar Rp 200 miliar. “Tapi itu juga bertahap tidak bisa langsung,” tandasnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *