Daftar Hal-Hal Baru RAPBN 2020

KlikJakarta  – RAPBN 2020 memiliki sejumlah hal baru yang belum ada di APBN sebelumnya. Salah satunya, kata Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, adalah  adalah insentif perpajakan untuk mendukung peningkatan sumber daya manusia untuk meningkatkan daya saing.

Demikian disampaikan Menkeu Sri Mulyani  dalam Rapat Kerja dengan Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat (Banggar DPR) dengan agenda Pembahasan Penyampaian Pokok Rancangan Undang-Undang (RUU) Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 serta Pembentukan Panja: Asumsi, Belanja, Transfer Daerah, Draft RUU di Ruang Rapat Badan Anggaran DPR, Gedung Nusantara II pada Rabu (28/08/2019).

“Di sini, beberapa kebijakan yang diluncurkan oleh pemerintah dalam bentuk pengurangan pajak di dalam rangka untuk mendukung kegiatan vokasi dan penelitian dan pengembangan (litbang). Kita juga meluncurkan mini tax holiday di dalam rangka untuk mendukung investasi yang nilainya di bawah Rp500 miliar karena yang di atas Rp500 miliar sudah mendapatkan tax holiday yang kita luncurkan pada tahun 2018 yang lalu. Kita juga meluncurkan investment allowance khusus untuk mendukung industri padat karya,” jelas Menkeu.

Di bidang peningkatan kualitas SDM dan perlindungan sosial, untuk belanja pemerintah ada tiga program baru pemerintah, yaitu Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, Kartu Pra Kerja, dan Kartu Sembako.

KIP Kuliah dimaksudkan untuk mendukung masyarakat miskin masuk ke jenjang pendidikan tinggi terutama anak-anak dari Program Keluarga Harapan (PKH). Kartu Pra Kerja ditujukan untuk meningkatkan produktivitas bagi pencari kerja. Sedangkan Kartu Sembako untuk mendukung perlindungan penguatan daya beli masyarakat dan akses pangan.

Selain itu, hal baru di dalam RAPBN 2020 juga menyangkut penyelesaian 4 destinasi pariwisata super prioritas pada tahun 2020 yaitu wisata Danau Toba, Borobudur, Labuan Bajo, dan Mandalika.

Hal baru lainnya adalah Transfer ke Daerah dan Dana Desa dengan penguatan DAK Fisik yang mengarah kepada bidang baru yaitu bidang sosial dan transportasi laut. Untuk Dana Alokasi Umum (DAU) ada tambahan dalam rangka menyetarakan penghasilan tetap (siltap) perangkat desa dan penggajian dari pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja.

Di bidang pembiayaan, di dalam RAPBN 2020 akan ada hal yang baru yaitu munculnya dana abadi baru untuk peningkatan sumber daya manusia (SDM) dan kebudayaan yaitu dana abadi untuk kebudayaan dan agama di perguruan tinggi dan penambahan dana abadi riset secara signifikan.

Strategi yang akan diambil dari sisi pendapatan negara adalah dengan terus meningkatkan pendapatan negara. Dari sisi belanja negara, yaitu dengan memfokuskan pada belanja yang efektif. Dari sisi pembiayaan adalah dengan terus melakukan inovasi pembiayaan yang kreatif. RAPBN 2020 akan terus dijaga sebagai instrumen menjaga ekonomi dan negara Indonesia di tengah resiko global dan perlambatan ekonomi yang makin nyata.

“APBN 2020 dirancang untuk mendukung akselerasi peningkatan pondasi Indonesia yaitu dari daya saing SDM dan postur kita adalah diarahkan agar penerimaan negara terus bisa ditingkatkan, namun tetap juga memberikan stimulasi pada perekonomian negara. Belanja negara akan terus diefisienkan dengan fokus kepada pembangunan SDM dan pembiayaan anggaran akan terus lakukan inovasi secara prudent dan kreatif,” tutup Menkeu. (keu)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *