RKP 2020 Pemerintah Fokus Pada Pembangunan Sumber Daya Manusia

Klik Jakarta – Prioritas Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2020 akan tetap fokus pada pembangunan manusia. Melalui sinergi antara Kementerian/Lembaga dan stakeholder terkait, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) percaya pembangunan manusia akan tercapai sesuai target.

Dalam sesi High Level Primary Talk Show dalam rangkaian pembukaan Forum Perencanaan Musrenbangnas 2019 dan RKP 2020 di Jakarta, Kamis (09/10/2019), Menko PMK Puan Maharani menegaskan bahwa pihaknya bersama Kementerian/Lembaga dan stakeholder terkait terus berupaya mencapai apa yang telah diamanatkan Presiden Joko Widodo dalam bidang pembangunan manusia.

Pada kesempatan itu juga, Menko Puan menjelaskan melalui berbagai kebijakan dan program pemerintah, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) telah mengalami peningkatan, semula pada tahun 2015 sebesar 69,5 menjadi 71,39 pada tahun 2018. Capaian tersebut termasuk dalam standar High Human Development versi lembaga internasional.

Lebih lanjut dipaparkan, dalam bidang pendidikan pemerintah telah melakukan kebijakan afirmatif untuk upgrade skill Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK). Termasuk melalui Politeknik dan SMK, serta melakukan link and match pendidikan vokasi dengan industri.

Menko PMK, Puan Maharani mencontohkan dalam bidang pariwisata, misalnya, dimana pemerintah telah memfokuskan pembangunan 10 destinasi wisata baru (10 New Bali). Atas dasar itu pemerintah akan mengembangkan SMK-SMK pariwisata guna meningkatkan layanan pariwisata yang lebih baik. Di sisi lain, program studi (Prodi) di universitas juga akan terus ditingkatkan.

“Kita tidak hanya membangun sarana universitasnya saja. Universitas juga akan diupgrade Prodi-nya,” ujarnya. Pemerintah pun akan mengundang guru luar negeri berkualitas sebagai bentuk transfer of knowledge dalam bidang pendidikan.

Sementara dalam bidang kesehatan dijelaskan Menko Puan, berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 prevalensi stunting di Indonesia menurun menjadi 30,8% dari sebelumnya adalah 37,2%.

Menurutnya, Stunting disebabkan oleh Faktor Multi Dimensi. Intervensi paling menentukan pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). “Pemerintah telah fokus menanggulangi stunting pada 160 kabupaten dan kota di Indonesia,” tukasnya.

Terkait dengan bidang kebudayaan, Menko PMK, Puan Maharani menekankan agar masyarakat Indonesia menyadari akan kekayaan budaya bangsanya. “Kita harus hidup dengan kearifan lokal bangsa sendiri. Misalnya hidup dengan bergotong royong dan lainnya,” sebutnya.

Forum Perencanaan Musrenbangnas 2019 dan RKP 2020 ini sendiri, menurutnya harus membahas capaian pemerintah, program serta targetnya bagi bangsa Indonesia. Pemerataan pembangunan, sebutnya, harus dilakukan secara gotong royong. “Kita harus Indonesia sentris. Membangun itu tidak hanya di satu wilayah. Pun halnya dalam pembangunan manusia dan kebudayaan yang harus dilakukan secara merata,” tegasnya.

Menko PMK, Puan Maharani pun meminta agar untuk kepentingan bangsa pembangunan jangan sampai terhambat. Karena dirasakannya dalam hal koordinasi pihaknya mengalami kendala saat menjelang Pemilu maupun Pilkada. “Kita harus saling bersinergi dan berkoordinasi antara Kementerian/Lembaga hingga Kepala Daerah. Jika sudah bersinergi dengan pusat, biasanya perkembangan daerah akan lebih pesat dan kuat,” pungkasnya.

Selain Menko Puan, bertindak sebagai narasumber High Level Primary Talk Show dalam rangkaian pembukaan Forum Perencanaan Musrenbangnas 2019 dan RKP 2020, Menko Kemaritiman Luhut Pandjaitan, Menko Perekonomian Darmin Nasution serta Sekretaris Kemenko Polhukam Agus Surya Bhakti. Sesi ini sendiri dimoderatori oleh Desi Anwar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *