Kuota Haji Bertambah, Kemenkes Siap Kendalikan Faktor Kesehatan Jemaah Haji

Klik Bogor – Penambahan kuota jemaah haji Indonesia tahun 2019 sebanyak 10 ribu jemaah. Efeknya berimplikasi pada kebutuhan adanya upaya ekstra terhadap intervensi dan pengendalian faktor risiko kesehatan. Oleh sebab itu, dibutuhkan gambaran komprehensif tentang profil kesehatan setiap jemaah haji yang siap berangkat pada musim haji 1440H/2019M.

Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan saat ini tengah menyusun profil kesehatan bagi seluruh jemaah haji Indonesia yang jumlahnya bisa mencapai 231.000 orang. Pembuatan Profil Kesehatan Jemaah Haji ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran situasi dan kondisi kesehatan jemaaah haji tahun ini. Profil tersebut dapat menjadi acuan dalam mengendalikan faktor risiko kesehatan jemaah haji dan memberikan pelayanan kesehatan yang tepat apabila jemaah haji mengalami gangguan kesehatan saat di Arab Saudi.

“Tantangan pelayanan kesehatan haji setiap tahun terus meningkat. Hal ini akibat adanya penambahan jumlah jemaah haji yang dibarengi bertambahnya jumlah jemaah haji yang risiko tinggi dan lansia serta faktor sosial budaya lainnya. Profil kesehatan haji ini akan sangat membantu para pemangku kepentingan dan petugas haji dalam mengendalikan faktor risiko kesehatan,” ujar Rosidi Roslan, Kepala Bidang Pembimbingan dan Perlindungan Faktor Risiko Kesehatan, Pusat Kesehatan Haji Kemenkes saat membuka Pertemuan Penyusunan Profil Kesehatan Haji di Bogor, Jawa Barat, pada Kamis (16/05/2019).

Profil kesehatan haji memanfaatkan data-data dasar yang tersimpan pada Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) baik yang dimiliki oleh Kementerian Agama maupun yang dikelola oleh Kemenkes (Siskohatkes). Dengan pemanfaatan profil kesehatan haji ini para petugas nantinya dapat mengetahui status kesehatan jemaah haji pada lingkup provinsi, embarkasi, nasional, sampai pada area zonasi di Arab Saudi.

Informasi yang akan tersaji pada profil tersebut antara lain jumlah jemaah haji berdasarkan jenis kelamin, kelompok usia, tingkat pendidikan, jenis pekerjaan, kelompok risiko penyakit (risti/non risti), jemaah haji yang tidak memenuhi syarat istitaah kesehatan, serta jumlah, dan jenis 10 penyakit terbanyak yang diderita jemaah haji.

Adapun, Kepala Pusat Kesehatan Haji, Eka Jusup Singka, mengatakan profil ini melengkapi pemanfaatan Sistem Informasi Kesehatan Jamaah Haji Indonesia (Siskohatkes) sehingga akan sangat memudahkan para petugas kesehatan haji (PPIH dan TKHI) dalam memantau kondisi kesehatan jemaah haji dan mengantisipasi jenis pembinaan dan pelayanan kesehatan yang akan diberikan saat musim haji di Arab Saudi. Sementara bagi jemaah haji, dengan adanya profil ini akan memberikan jaminan kesiapan pemerintah dalam menyediakan sumber daya dan layanan kesehatan yang dibutuhkan, sehingga para jemaah akan lebih tenang dalam menjalankan ibadah hajinya.

Eka Jusup Singka juga menyatakan bahwa setiap tahunnya Puskeshaji mengolah data dari Siskohatkes menjadi profil kesehatan jemaah haji Indonesia. Profil ini akan sangat berguna karena selain dapat melihat gambaran status kesehatan, juga menjadi bahan pegangan untuk intervensi pendekatan pelayanan kesehatan haji Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *