Kementrian PUPR Dorong Generasi Milenial Miliki Hunian Vertikal

Klik Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian PUPR ke depan akan terus mendorong generasi muda Indonesia khususnya generasi millenials untuk tinggal di hunian vertikal seperti rumah susun (Rusun) ketimbang di rumah tapak. Hal itu disebabkan lahan untuk perunahan tapak ke depan akan semakin terbatas dan pembangunan hunian vertikal akan terus ditingkatkan.

“Mau tidak mau generasi millenilas Indonesia ke depan akan tinggal di Rusun. Hal ini harus disiapkan sebaik mungkin karena jumlah generasi millenials terus bertambah,” kata Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi di Jakarta, Senin (29/4/2019).

Khalawi menambahkan, berdasarkan data yang dimiliki oleh Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, jumlah generasi millenials saat ini mencapai angka sekitar 81 juta jiwa dari total penduduk Indonesia saat ini yang diperkirakan sekitar 265 juta jiwa. Diperkirakan angka tersebut akan meningkat hampir dua kali lipat yakni 153 juta jiwa di tahun 2020 mendatang.

Adanya pertumbuhan populasi generasi millenials tersebut secara tidak langsung akan mendorong meningkatnya kebutuhan perumahan yang layak huni, berkualitas dan terjangkau di masa depan. Apalagi lahan untuk perumaha semakin berkurang mengingat semakin banyaknya pembangunan di Indonesia.

Terkait dengan penyediaan perumahan bagi generasi millenials, imbuh Khalawi, pihaknya kini fokus pada pembangunan Rusunawa di lingkungan perguruan tinggi dan pondok pesantren. Diharapkan mereka yang tinggal di Rusunawa akan berlatih agar terbiasa hidup di Rusun. “Kami telah menyiapkan beberapa desain Rusun khusus untuk generasi millenials,” tandasnya.

Beberapa desain yang disiapkan antara lain pertama desain Rusun Tipe 24 untuk generasi millenials awal dengan usia 20 – 24 tahun. Kedua adalah desain Rusun tipe 36 untuk generasi millenials berkembang dengan rentang usia 25 – 29 tahun dan terakhir adalah desain Rusun tipe 45 untuk generasi millenials maju dengan usia 30 – 34 tahun.

“Desain ini tentunya kami sesuaikan dengan kebutuhan mereka. Untuk millenials awal tentunya tidak butuh hunian yang terlalu luas, sedangkan millenials berkembang dan maju tentu kebutuhannya berbada. Jadi desainnya juga berbeda,” terangnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *