Menlu Tegaskan Dukungan Untuk Palestina di Kongres OKI

Klik Abu Dhabi – “Saya ingin mengingatkan kembali anggota OKI mengenai kerjaan kita yang belum selesai, yaitu isu Palestina, yang situasinya semakin memburuk,” tegas Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi, dalam pernyataannya pada Konferensi Tingkat Menteri (KTM) ke-46 Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), Jumat (1/3/2019).

Lebih lanjut, Menlu RI menyampaikan bahwa tidak ada pilihan lain bagi OKI selain memberikan dukungan nyata, solid, dan konkret bagi perjuangan kemerdekaan Palestina.

Dalam kaitan ini, Menlu RI menyampaikan Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamaan PBB akan terus memberikan dukungan penuh dan konkret bagi perjuangan Palestina.

Menlu RI menyampaikan bahwa dari pertemuan OKI di Abu Dhabi, dirinya akan ke Amman, Jordan, untuk menyampaikan bantuan keuangan Indonesia kepada UNWRA, bantuan desalinasi air untuk di Gaza, dan membuka kegiatan peningkatan kapasitas bagi para pengungsi perempuan Palestina di Jordan.

“Satu-satunya pilihan bagi OKI adalah untuk memperkuat solidaritas dan dukungan konkret bagi Palestina,” tegas Menlu Retno.

Menlu RI menggambarkan bahwa dunia di hadapi konflik dan perang yang terus berlangsung di berbagai negara, sering tidak adanya keinginan negara-negara untuk menyelesaikan konflik melalui dialog dan perundingan, dan banyaknya negara yang tidak menghormati prinsip-prinsip piagam PBB.

Menghadapi tantangan dunia yang mengkhawatirkan tersebut, Menlu RI menegaskan, menjadi sangat penting bagi anggota OKI untuk memberi contoh.

“Anggota OKI harus memberikan kontribusi dan menjadi bagian dari solusi atas permasalahan global, termasuk  dengan mencegah konflik, mengedepankan dialog dan perundingan, dan secara konsisten menghormati prinsip-prinsip piagam PBB,” tegas Menlu Retno.

Secara khusus, Menlu RI mengangkat tantangan yang di hadapi kawasan Asia Tenggara, yaitu terkait situasi pengungsi Rakhine.

Menlu RI menyampaikan bahwa sejak awal Indonesia telah berkontribusi untuk membantu situasi di Rakhine, mengedepankan masalah kemanusiaan, membantu upaya repatriasi pengungsi Rakhine dari Bangladesh ke Rakhine State secara suka rela, aman, dan terhormat.

Dalam mengatasi situasi di Rakhine State, Menlu RI menegaskan pentingnya untuk mengatasi masalah defisit kepercayaan, baik antara komunitas di Rakhine State maupun antara Myanmar dan komunitas internasional.

Dalam kaitan ini, ASEAN terus berupaya untuk membantu menjembatani, membantu proses repatriasi, termasuk dengan mengirimkan tim untuk menciptakan kondisi kondusif bagi repatriasi pengungsi.

“Progres harus dicapai di Rakhine State, Myanmar harus bekerja keras untuk menunjukan bahwa progres dapat terjadi, dan kita mengharapkan OKI dapat mendukung penuh upaya ASEAN,” ucap Menlu Retno.

KTM ke-46 OKI diselenggarakan di Abu Dhabi pada 1-2 Maret 2019 dan mengusung tema “Fifty Years of Islamic Cooperation: Roadmap for Prosperity and Development”. Pada pertemuan ini, keketuaan KTM beralih dari Bangladesh ke UEA. Pertemuan tersebut mengesahkan lebih dari 130 rancangan resolusi yang terkait kerja sama OKI mengenai berbagai isu.

Dalam pertemuan ini, Indonesia mengajukan tiga rancangan resolusi terkait dengan pembentukan OIC Contact Group for Peace and DialogueIslamic Office for the Boycott of Israel, dan terkait Pakta Global mengenai Migrasi.

Selain itu, Indonesia juga akan ajukan rancangan resolusi tahunan mengenai pertemuan pertama Badan Pengawas Obat OKI yang telah diselenggarakan di Jakarta pada bulan November 2018 serta peran dan bantuan Indonesia dalam krisis kemanusiaan di Rakhine State, Myanmar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *