Pemkab Bogor Bakal Realisasikan RSUD Diwilayah Utara Kabupaten Bogor Ditahun 2020

Kepala BPKAD Kab Bogor, Didi Kurnia.

Klik BOGOR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor akhirnya merencanakan bakal membangunan RSUD diwilayah Utara Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Dimana wacana itu akan segera direalisasikan ditahun 2020 mendatang. RSUD tersebut nantinya akan berdiri di atas lahan seluas 3 hektar di Desa Cogrek, Kecamatan Parung.

Kepala BPKAD Kabupaten Bogor, Didi Kurnia membenarkan, jika rencana tersebut saat ini tengah menjadi pembahasan diinstansi terkait. Adapuan RSUD itu bakal menduduki di lahan seluas kurang lebih 3 hektare atau setara dengan luas 30.000 meter persegi.

“Insha allah wacana itu akan terealisasi segera, dan untuk lahannya juga masih dalam pematangan di instansi terkait apakah menggunakan lahan milik aset pemkab Bogor yang berlokasi di Desa Cogrek, Kecamatan Parung, atau lahan yang harus dibeli oleh pemkab Bogor,” kata Didi kepada Klikterus.com, di Cibinong,  Selasa (08/1).

Didi melanjutkan, lahan yang sudah ada tersebut didapatkan dari kewajiban salah satu pengembang perumahan untuk menyerahkan lahan fasilitas umum dan fasilitas sosial (fasum-fasos), yang memiliki unit bisnis di Desa Cogrek.

“Sekarang tanahnya sedang diproses oleh kami di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) dan Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertamanan (DPKPP),” jelasnya.

Sementara, sambung Didi, untuk uji kelayakan (feasibility study) dan pembuatan Detail Engineering Design (DED), dirinya menerangkan itu akan dikerjakan oleh Dinas Kesehatan.

“Insha Allah tahun 2020 pembangunan bisa berjalan,” terangnya.

Disisi pengadaan tenaga rumah sakit, Pemkab Bogor sampai saat ini belum mendapatkan solusi yang konkrit untuk pemenuhan petugas kesehatan. Namun, Didi mengaku tidak khawatir. Dia optimis kebutuhan itu bisa dipenuhi nantinya.

“Kalau kita belum melangkah sudah takut, tidak akan maju-maju. Karena rumah sakit di utara itu memang dibutuhkan. Ya kita berjalan dulu,” tambahnya.

Diketahui, di Kabupaten Bogor tenaga kesehatan masih sangat minim. Sampai saat ini, untuk tenaga dokter pemkab masih kekurangan 233 orang dari kebutuhan 597. Kemudian perawat baru terpenuhi 754 orang dari kebutuhan 1.617 orang dan bidan baru terisi 565 orang dari kebutuhan 946 orang.

Kekurangan pegawai ini juga diikuti oleh sektor pendidikan dimana Untuk jabatan guru, dari kebutuhan 23.069, Pemkab Bogor baru memiliki tenaga guru 11.092 orang.

Tercatat hingga 2018 lalu, jumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di Bumi Tegar Beriman berjumlah 17.197 orang.

Dalam tiga tahun terakhir, jumlah pegawai Pemkab Bogor berkurang 2.863 orang. Pada 30 November 2015 lalu, ASN Pemkab Bogor tercatat 20.060 orang. Saat itu pun, kebutuhan pegawai mencapai 21.366 orang. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *