Shadow

Menteri PPPA Rangkul Lansia dan Disabilitas Nabire

Klik Nabire – Masih dalam suasana perayaan Natal 2018, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise melaksanakan open house serta ibadah bersama bagi para lansia dan penyandang disabilitas yang diselenggarakan di Kabupaten Nabire. Papua.

Tema yang diambil pada perayaan natal kali ini adalah Gerakan Sayangi Lansia (GSL). Sebuah bentuk upaya penuh pemerintah untuk mengajak masyarakat seluruh Indonesia menyayangi dan membahagiakan orang tua. “Sudah saatnya para lansia menikmati hidup di masa tuanya, sudah saatnya semua elemen masyarakat bangkit. Lansia harus menjadi salah satu fokus perhatian kita”, Tutur Menteri Yohana.

Senada dengan Menteri Yohana,  Wakil Bupati Nabire,  Amirullah Hasyim berujar,  semua orang ketika memasuki usia tua pasti ingin mengalami masa menyenangkan dan menenangkan serta terbebas dari ancaman penyakit yg timbul dari fungsi tubuh. “Gaya hidup sehat merupakan salah satu upaya utk menghidari penyakit tanpa perlu konsumsi obat obatan, ciptakan pola makan yang baik,  konsumsi makanan sehat,  hindari makanan berkolesterol, olahraga teratur,  menjaga daya ingat agar sistem saraf tetap bagus, hindari stres,  rokok dan alkohol.” Pesan Amirullah.

Disisi lain, Menteri Yohana juga terus memperjuangkan kebutuhan maupun program yang diperlukan oleh para penyandang Disabilitas. Mereka harus merasa aman dan nyaman apabila berada di ranah publik atau ditempat fasilitas umum. “Dinegara maju, ada 4 Indikator Sumber Daya Manusia yang sangat diperhatikan, yaitu perempuan, anak, lansia, dan penyandang disabilitas.” Ujar Menteri Yohana.

Indonesia termasuk memiliki jumlah lanjut usia terbanyak di dunia, hal ini berdasarkan hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2015. Jumlah lanjut usia di Indonesia 21.609.717 juta jiwa atau 8.47 % dari total penduduk. Begitu pula dengan penyandang disabilitas, terdapat 8.56% penduduk memiliki disabilitas. Sehingga perlindungan sosial bagi lansia dan penyandang disabilitas khususnya anak anak dan perempuan harus menjadi perhatian khusus berbagai pihak, baik Pemerintah maupun non pemerintah dan seluruh elemen masyarakat.

Menteri Yohana juga berpesan agar dalam setiap perayaan Natal, tidak hanya sekedar seremonial saja, namun dapat membawa perubahan sikap mendasar dalam balutan cinta kasih kehidupan berbangsa dan bernegara, serta menjadi momentum yang mampu menumbuhkan rasa semangat memajukan bangsa. “Dengan balutan cinta kasih, kita akan saling menghormati, menghargai, menjaga, dan melindungi terhadap sesama yang akan membuat kita kuat dan bersatu dalam menghadapi berbagai macam tantangan. Tutup Menteri Yohana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *