Baznas Salurkan Bantuan Kemanusiaan Untuk Pengungsi Palestina

Klik Palestina – Pemberian bantuan kemanusiaan kepada pengungsi Palestina merupakan bagian tidak terpisahkan dari dukungan Indonesia kepada perjuangan Palestina dalam memperoleh kemerdekaan. KBRI Amman sangat mengapresiasi peran langsung Baznas (Badan Amil Zakat Nasional) yang bekerjasama dengan JHCO (Jordan Hashemite Charity Organization) dalam mendukung kegiatan diplomasi kemanusiaan yang dicanangkan Presiden RI Jokowi sebagai salah satu bentuk pelaksanaan politik luar negeri RI. ​

Medical Aid for Palestinian (MAP) sebagai pengelola klinik kesehatan di kamp pengungsi Gaza di daerah Jerash-Yordania, dan saksikan oleh Muhammad Kilani, Wakil Sekretaris Jenderal JHCO.

Penyerahanan bantuan obat-obatan ini merupakan tindak lanjut kerjasama antara Baznas dengan JHCO yang telah ditandatangani tanggal 8 Oktober 2018 di Kementerian Luar Negeri RI yang disaksikan langsung oleh Menteri Luar Negeri RI Retno LP Marsudi dan Menteri Luar Negeri Palestina Riad Malki.

Dalam tahap awal, Baznas telah mendistribusikan bantuan sebesar USD 150.000 yang merupakan dana bantuan kemanusiaan dari masyarakat Indonesia untuk rakyat Palestina yang berada di pengungsian dan sangat membutuhkan bantuan dari masyarakat dunia. Untuk pengungsi Palestina, Baznas mempunyai dua program yaitu di bidang kesehatan dan bidang Pendidikan, guna membantu para pengungsi untuk mengentaskan kemiskinan dan mendapatkan hidup yang lebih baik.

JHCO merupakan lembaga non-pemerintah yang dibentuk oleh pemerintah Kerajaan Yordania dan merupakan satu satunya lembaga yang mendapat mandat resmi untuk mengkoordinasikan penyaluran bantuan kemanusiaan,baik di dalam negeri Yordania maupun kepada negara-negara sahabat termasuk Palestina.  JHCO didirikan pada tahun 1990 atas inisiatif dan dipimpin langsung oleh Pangeran Hassan bin Talal, yang juga merupakan paman dari Raja Abdullah.

Dipilihnya JHCO sebagai sebagai mitra Baznas untuk penyaluran bantuan kepada pengungsi Palestina dikarenakan JHCO memiliki akses dan jaringan yang bekerjasama dengan berbagai pihak terkait, antara lain dengan Otoritas Palestina, Pemerintah Israel, Tentara Nasional Yordania (Jordan Armed Forces/JAF), UNRWA, ICRC, dan berbagai Lembaga/organisasi internasional lainnya. JHCO mempunyai jaringan data lengkap pengungsi di Yordania yang jumlahnya melebihi 4 juta orang, termasuk pengungsi Palestina sebanyak 2,2 juta orang dan 1,3 juga pengungsi Suriah serta pengungsi dari negara negara tetangga lainnya, seperti Irak, Yaman, Libya, dan Somalia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *