Aparatur Sipil Negara Salurkan 36M Bantuan Untuk Penyitas Bencana NTB, Palu dan Banten

Klik jakarta – Aparatur Sipil Negara (ASN) keluarga besar Kementerian Agama berhasil mengumpulkan dana bantuan untuk penyintas gempa, tsunami, dan likuifaksi hingga lebih dari Rp36miliar. Bantuan ini disalurkan untuk membantu para penyintas di NTB, Palu, dan juga Banten.

Hal ini dilaporkan oleh Sekjen Kemenag M Nur Kholis Setiawan dalam pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) tahun 2019 di Shangri-La Hotel, Jakarta. Rakernas yang dibuka oleh Menag Lukman Hakim Saifuddin ini diikut 300 an peserta, terdiri dari pejabat tinggi eselon I dan II pusat, para rektor Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN), Kepala Balai Litbang dan Diklat, serta pejabat eselon III pusat.

“Dengan penuh rasa syukur, penuh haru, kami sampaikan bahwa sumbangan sukarela yang dikumpulkan untuk membantu saudara-saudara kita di NTB maupun di Sulawesi Tengah terkumpul sejumlah Rp36 miliar,” kata Nur Kholis dalam acara Rakernas Kemenag, Rabu siang

Menurut M Nur Kholis, penggalangan bantuan dilakukan dua kali. Seiring terjadinya gempa di NTB, penggalangan bantuan dilakukan dan terkumpul hampir Rp17,7 miliar. Adapun dana yang telah disalurkan ke NTB sekitar Rp15,8 Miliar. Lebih Rp613juta disalurkan untuk membantu penyintas tsunami Selat Sunda di Banten.

“Masih ada saldo sekitar Rp1,2 miliar dan nanti akan dirapatkan lagi untuk dikelola sebagaimana mestinya,” ujarnya.

Pengumpulan bantuan sukarela kembali dilakukan saat terjadinya gempa dan likuifaksi di Sulawesi Tengah. Terkumpul dana sebesar Rp18,5 miliar dan sudah disalurkan sebanyak Rp13,7 miliar. “Masih ada sisa saldo Rp4.7 miliar yang akan ditasharrufkan,” tuturnya.

Kepala Biro Umum Kemenag Syafrizal menambahkan, total saldo dana bantuan ASN Kementerian Agama saat ini berjumlah sekitar Rp6,9 miliar. Menurutnya, saldo ini bisa juga digunakan untuk membantu penyintas banjir di Sulawesi Selatan.

Banjir bandang melanda enam wilayah di Sulawesi Selatan ( Sulsel) sejak Selasa (22/01). Keenam wilayah terdampak yakni Kabupaten Gowa, Kota Makassar, Kabupaten Maros, Kabupaten Pangkep, Kabupaten Barru, dan Kabupaten Soppeng.

“Hari ini kami akan mendiskusikan bersama para Kakanwil terkait dengan peristiwa banjir bandang di Sulsel,” terang Syafrizal.

“Kami masih melakukan pendataan terkait terdampak banjir di sana, utamanya yang berasal dari keluarga besar ASN Kementerian Agama,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *