Kongres Muslimah Indonesia ke-2: Tangkis Ancaman Narkoba Melalui Penguatan Ketahanan Keluarga

Klik Jakarta – Staf Ahli Bidang Ekonomi Kreatif Jonni Mardizal bersama Ketua Panitia Pelaksana KMI Ke-2 Hj. Azizah menjadi salah satu narasumber pada Kongres Muslimah Indonesia ke-2 dengan mengambil tema Ketahanan Keluarga dalam Membentuk Generasi Berkualitas di Era Globalisasi di Hotel Grand Cempaka, Jakarta, Rabu (19/12) pagi.
“Di Kemenpora ada beasiswa untuk pemuda berprestasi baik untuk Organisasi Kepemudaan, aktifis dan sebagainya juga ada program Kapal Pemuda yang bertujuan agar para pemuda tahu bahwa Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang memiliki ribuan bahasa, suku, adat, agama bermacam-macam yang bisa bersatu padu,” kata Jonni.
Bangsa Indonesia diperkirakan pada tahun 2045 akan ada Bonus Demografi dimana angka penduduk usia pemuda (16-30 tahun) akan lebih banyak. Hal inilah menurut Jonni ada sekelompok orang yang tidak menginginkan Indonesia memperoleh Bonus Demografi secara berkualitas, caranya memotong rantai menggunakan narkoba.
“Masuklah narkoba yang tujuannya ingin menghabiskan generasi produktif agar lose generation maka hal inilah yang wajib kita semua waspadai, Kemenpora memiliki program yakni Kader Inti Anti Narkoba sebanyak 12 ribu kader di seluruh Indonesia yang bertugas untuk melawan perkembangan dan peredaran narkoba hingga ke pelosok-pelosok desa kita harapkan Bonus Demografi secara kualitas dan kuantitas dapat kita peroleh,” kata Jonni.
“Disinilah peran dari ibu-ibu dalam mengarahkan pergaulan anak-anaknya ke hal-hal yang positif karena biasanya narkoba ini masuk diawali dengan rokok tapi ternyata tidak berhasil kemudian muncul dalam bentuk permen, snack, air mineral dan sebagainya ini adalah peran kita bersama mengatasi ini semua agar kita dapatkan pemuda-pemudi yang berkualitas,” tambahnya.
“Silahkan bekerjasama dengan Kemenpora bagi ibu-ibu yang memiliki anak atau saudara yang memiliki jiwa olahraga, aktifis, kewirausahaan pemuda, paskibraka dan sebagainya karena pemuda memiliki paling tidak tiga peran yakni pemuda sebagai kekuatan moral, kontrol sosial dan agen perubahan,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *