Kejari Bogor Diminta Transparan Soal Dugaan Kasus Korupsi di KPU

Klik Bogor – Dugaan korupsi di tubuh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bogor terus menuai sorotan dari berbagai pihak, sejumlah elemen pun mendesak Kejaksaan Negeri (Kejari) Bogor untuk segera menetapkan tersangka.

Kali ini Ketua LBH GP Ansor Kota Bogor, Mochammad Moggie Teggar SH ikut angkat bicara. Bahkan ia meyakini Kejari Bogor langsung menyatakan ada dugaan kegiatan yang merugikan negara di KPU bukan pernyataan main-main.

“Saya melihat ini benar adanya dan pasti ada tersangkanya. Jika demikian, jangan buang-buang waktu lagi untuk segera menetapkan tersangka. Terutama jika semua tahapan untuk penetapan itu sudah dilalui,” kata Mochammad Moggie kepada awak media, Senin (10/12/2018).

Menurutnya, selama ini tak terendus apa yang sudah terjadi di KPU terutama untuk proses proyek dan pengadaan lainnya. Dan jika ini benar-benar terjadi, maka jangan pandang bulu serta harus diusut sampai aktor utamanya.

“Jika melihat nilai kerugian miliaran tampaknya sangat sulit jika dilakukan seorang diri. Pasti ada sejumlah pihak atau orang yang ikut bermain baik itu dari dalam atau luar,” terangnya.

Senada, Ketua DPD KNPI Kota Bogor, Bagus Maulana Muhammad mengatakan, memang benar jika Kejari Bogor belum buka-bukaan secara gamblang terkait kasus ini, karena bisa jadi mereka tengah bekerja dengan hati-hati serta seksama.

“Ini tentu akan menjadi kasus yang heboh jika benar terjadi. Dan kini publik menantikan, siapa saja yang terlibat atau bermain dalam proses merugikan keuangan negara dengan nilai fantastis tersebut,” tegas Bagus, saat dihubungi.

Bagus berharap, apapun yang terjadi di KPU, jangan sampai merusak rencana serta program kerja terutama dalam menghadapi proses pemilihan legislatif (pileg) dan pemilihan presiden (pilpres).

Ia berpendapat, proses hukum memang harus jalan terus, namun jangan sampai mengganggu kinerja. Karena itu dirinya berharap agar aparat penegak hukum bekerja maksimal sehingga kasus ini tidak berlarut-larut.

“Jangan lupa juga, ungkap mulai dari otak sampai ke penerima aliran uang korupsi ini. Jika nilainya miliaran, tentu prediksi saya, pelakunya tidak sendirian,” tukasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *