Emergency Response Capasity Building (ERCB) Bersama Karsa Institute Distribusikan Bantuan 16 Ton Beras ke Kec. Kulawi, Kab. Sigi

Klik Palu – Emergency Response Capasity Building (ERCB) Bersama karsa Institute Distribusikan Bantuan 16 Ton Beras ke Kec. Kulawi, Kab. Sigi

Hari ini, Rabu (05/12/18) ERCB bersama Karsa Institute dari Pos Gabungan tanggap bencana Karanjalembah, Kota Palu mengirimkan sejumlah bantuan logistik untuk masyarakat yang menjadi korban bencana gempa yang melanda Palu, Sigi dan Donggala 28 Oktober 2018 lalu.

Berdasarkan penaksiran yang dilakukan oleh tim relawan di lapangan, didapati kebutuhan dasar yang diperlukan oleh masyarakat antara lain bahan makanan pokok seperti beras dan minyak goreng, serta kebutuhan sanitasi dan kebersihan umum seperti sabun cuci, wadah penampungan air, serta tempat sampah.

Dengan menggunakan setidaknya lima truk besar, bantuan logistik berupa 16 ton beras dan kebutuhan dasar lainnya diberangkatkan dari Posgab Karanjalembah menuju empat desa di Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi.

Desa-desa yang tercatat menerima bantuan antara lain desa Bolapapu, Desa Tangkulowi, Desa Boladangko dan Desa Lonca.

Pembagian bantuan diatur sebanyak 25 kilogram beras per KK, untuk seluruh warga di kecamatan Kulawi ini.

Pendistribusian dilakukan melalui kerjasama antara pihak ERCB dengan aparat pemeritnahan desa setempat untuk mempercepat pemerataan pengiriman bantuan.

Berdasarkan instruksi dari direktur Karsa Institute untuk memohon izin peminjaman ruang gedung penyimpanan bantuan, Rahmat Saleh berkoordinasi dengan oleh Camat Kulawi, Rolly, SE yang menghasilkan keputusan untuk penyimpanan seluruh bantuan logistik yang datang agar diturunkan ke gedung serbaguna Desa Bolapapu, Kecamatan Kulawi.

 

Setidaknya ada sekitar 800 Kepala keluarga yang menerima bantuan ini. Perwakilan Karsa Institute yang tersebar di beberapa wilayah untuk melakukan penaksiran dan memantau perkembangan kondisi terkini wilayah Kecamatan kulawi terdiri atas Desmon, Hamdan, Hadiyanto dan Sulaeman, serta dibantu oleh relawan lokal Ivan Andri.

Dalam wawancara singkat, Desmon menjelaskan keberadaan mereka sebagai penyalur bantuan pada dasarnya juga adalah seorang korban, dimana rumah tempat tinggal mereka juga hancur terkena gempa. Namun kesadaran mereka untuk segera bangkit dari keterpurukan pasca bencana membangkitkan semangat warga Palu yang lain untuk juga bahu membahu membangun kembali daerah mereka agar dapat segera pulih dan kembali berdiri tegak seperti sedia kala. (RZR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *