5 Anggota Dewan Ini Diklaim Tak Peduli Jalan Rusak di Gunungputri

Klik Bogor – Warga kecamatan Gunung Putri di dua desa yaitu Desa Wanaherang dan Desa Cicadas, Kabupaten Bogor, melakukan unjuk rasa di Jalan Raya Mercedez Benz.

Dalam aksinya, mereka membentangkan dua spanduk kosong di antara sisi jalan untuk dukungan tandatangan pengendara disana. Ojek Online (Ojol) pun yang melintas terlihat ikut tandatangan dalam bentuk dukungan aksi warga tersebut.

“Infrastruktur Jalan Raya Mercedez Benz yang rusak parah sepanjang kurang lebih 1 kilometer mulai dari pertigaan pasar wanaherang hingga apartemen gununnputri square, Kecamatan Gunungputri,” ujar Oman salah satu warga saat ikut berorasi, Senin (03/12/2018).

Ia mejelaskan, aksi ini sebagai bentuk protes dan kekecewaan terhadap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, yang dinilai tidak peduli terhadap infrastruktur jalan raya Mercedez Benz yang rusak parah sepanjang 1 kilometer.

“Ini jalan kan dekat dengan kantor polsek Gunungputri dan merupakan akses ke kantor ke kantor kecamatan setempat. Selain itu, jalan ini merupakan kawasan pabrik yang banyak perusahan industri, kemana CSR nya,” geramnya.

Menurutnya, pajak Kecamatan Gunungputri dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) merupakan tiga terbesar se kabupaten bogor, namun Pendapatan Asli Daerah (PAD) tak berdampak dari perhatian pemerintah setempat terkait jalan rusak.

Dan warga disana juga ada 5 perwakilan anggota legislatif dengan 4 anggota DPRD Kabupaten Bogor dan 1 anggota DPR RI dari Gunungputri yang terkesan ‘Tutup Mata’.

Kelima anggota dewan itu antara lain, Hanapi, Eko Saiful Rohman, Adi Suwardi , Amin Sugandi, dan anggota DPR RI, Anton S. Surrato.

“Bagaimana Kabupaten Bogor mau jadi Kabupaten termaju se indonesia, jika pemerintah dan Wakil Rakyat di Gunungputri saja tak support terhadap fasilitas umumnya untuk kepentingan masyarakat banyak,” tegasnya. (*)

One Comment

  • Andi

    Gila memang parah nih daerah sini jalanya bisa bertahun tahun tidak diperbaiki. Asli parah pemdanya…, saat saya tulis komen ini memang benar kondisi seperti di foto dan itu sudah sejak 3-4 tahun yg lalu. Jaman sekarang di daerah2 saja tidak begini2 amat jalannya. Padahal daerah ini banyak pabrik, harusnya di soroti terus pemdanya ini biar kelihatan pembangunanya. Menurut saya pembangunan di Kab.Bogor ini paling lambat sedunia, patut dicurigai kemalasan pemdanya, jangan hanya mau uangnya saja sementara pembangunan tdk ada, pendapatan dari kawasan ini saya yakin besar sekali, jalan rusak itu padahal hanya sekitar 6-8 KM saja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *